Birthday and The Surprises Part 1

Ah, aku sudah semakin tua rupanya. Seperempat abad berlalu, dan aku masih tetap yang dulu. 
      Aku tak menyebutnya sebagai suka cita berumur panjang (karena ada banyak orang meninggal di usia lebih muda dariku, termasuk sepupuku). Aku juga tak merayakannya karena masih diberi hidup yang menyenangkan. Aku menganggap setiap tanggal kelahiranku adalah pengingat kematian. Berarti jatah usiaku berkurang setahun. Entah masih berapa lama lagi waktuku menapak dunia. Toh, manusia hanya mampir minum kan? Aku hanya menunggu kapan waktu kembali pulang ke asal. 
       Tapi, aku ga munafik. Ketika hari miladku tiba, tentu aku sangat menyukai surprise, kado, ucapan selamat dan doa. Kadang memang aku tak peduli bahwa tidak ada ajaran mengucapkan selamat ulang tahun dalam Islam. Tapi, menurutku asal aku punya maksud (tertentu) baik, mungkin ga masalah (*ngeles). Ucapan selamat, doa dan kado adalah bentuk penerimaan dari orang-orang di sekitarku. Aku masih punya banyak teman yang mencintai, ingat miladku, berbagi cinta dengan kado-kado lucu sebagai bentuk sayang mereka untukku. Itu saja. Kadang kado tak semanis dan seindah yang kita harapkan, tapi ketulusan merekalah yang aku hargai. 
      Satu surprise terbesar dalam detik-detik miladku adalah kecelakaan yang menimpa bapak. Itu adalah kado terhebat yang pernah aku alami. Tiada yang ku inginkan saat itu kecuali bapak sembuh. Aku tak peduli rencana jalan-jalan kami berdua yang terkandaskan. Allah memberiku kado istimewa. Memberiku quality time bersama bapak dan ibu, yang sebelumnya jarang kami lakukan. Sarapan bersama di bangsal, begadang dan ikut merasakan kesakitan bapak. Aku tak menyesal ketika mereka lupa hari miladku, padahal tak pernah terlewat setiap tahunnya, ibu memberi kue, kado dan doa. Cinta mereka adalah kado terindah. Kebersamaan itu adalah kenikmatan. Terima kasih. 
      Oya, di postingan berikutnya akan ada kumpulan semua doa dari teman-teman di miladku yang ke---- ini. Semoga tahun depan aku masih bisa bercerita tentang miladku di sini.

 Selamat menikmati sisa usia, Cmut. 
*cmut*

Tidak ada komentar: