Cuilan puzzle
- secuil imajinasi kata (27)
- secuil cerita (21)
- secuil inspirasi (8)
- secuil kawan (7)
- secuil psycho (4)
Nampan Emosi
Bukan karena tak terbersih
hanya
tak pernah tersentuh
Nampan ini adalah penampung semua lara
itu dulu...
Lalu, apakah aku tak pernah memakainya lagi?
Ah ya, aku memakai hal lain, wadah lain untuk menampungnya
Kejam? Ah, Tidak!
Hanya saja, menjadi aktris itu sangat lucu
Aku mengoleksi topeng emosi
Kemudian aku memerankannya
Tak ada wajah asliku yang sakit dan terluka
Haruskah bersembunyi seamanya?
Ah, mana ada kuasaku?
Hanya saja, nampan ini kusentuh lagi
Berdebu
Tapi masih bisa dipakai lagi
Bukan... bukan kotor
hanya debu yang menggelitik
Menyimpan sejarah masa lalu
yang susah untuk aku tinggalkan.
*Nemu tulisan ini di notebook-ku. sepertinya tulisan tahun lalu. ah, apa kabar, Topeng?*
Kecrohan Masa Kecil
Suatu waktu 'kecroh-kecrohan' menjadi hal yang lumrah dalam pergaulan. Bahkan sampai sekarang. Agaknya hal itu menjadi bumbu di saat reunian atau sekedar menambah basa-basi tanya kabar. Namun, mengingat masa lalu, ada dua orang teman kita satu cewek dan satu cowok yang selalu menjadi korban
Untungnya, kecroh-kecrohan itu tak berlanjut. Kami insaf. dan tetap menjadi kenangan yang indah.
Mati Lampu, Bulan dan Kita
Tiga tahun yang lalu, purnama sama sekali tak muncul. Hanya menampil sebentuk sabit yang tersenyum menatap kami yang bercanda ria meski mati lampu sudah hampir sejam lamanya. Berbekal sebatang lilin yang menyala, atraksi wayang tangan dimulai. Entah muncul darimana ketika T-rex tiba-tiba muncul. Namun dilompati oleh kelinci dan diketawakan oleh ayam. Ah, aku selalu kalah. Imajinasiku tak seliar mereka. Tanganku tak menangkap sinyal otak untuk berkreasi. Namun, ketawa mereka membuatku bersuka.
Sepuluh tahun yang lalu, purnama benar-benar sembunyi. Mungkin kedinginan dan masuk angin karena kehujanan kemarin. Bagi kami, lilin yang hampir habis, listrik yang dipadamkan bergilir, bulan yang sembunyi, tak pernah memupus keliaran imajinasi kami untuk membuat keceriaan. Sebuah tembok kosong pun bisa kita jadikan kreasi yang mengasyikkan. Beruntung, rumah kami terletak di pinggir jalan raya yang ramai. Hal ini menjadi sumber permainan yang menyenangkan bagi kami dengan keadaan gelap seperti ini. Menebak dan memilih bayangan-bayangan pohon yang terdorong sinar lampu mobil hingga menempel di tembok. Kami tertawa, kami gembira, hingga ibu menyuruh kami untuk mengakhirinya karena malam berlanjut larut.
Dua tahun yang lalu, mati lampu datang berkali-kali dalam setahun belakangan. Dulunya kami bertiga. Kali ini berdua saja. Karena si tengah sedang berjuang di kota seberang. Sbenarnya, dia besoknya ada ulangan, maklum ujian semesteran semakin dekat. Aku diam sambil memegang bolpen, sesekali meningkahi liukan api yang bergoyang mengikuti irama angin. Dia tersenyum jengkel karena bukunya tertutup bayangan bolpen. Akhirnya kami main bakar-bakaran, mulai dari ujung bolpen, ujung sajadah, bekas bungkus permen sampai jempol pun dijajal merasakan sentuhan panas. Tapi, cuma berdua, karena yang satu hanya berkumpul ketika weekend tiba. Sedikit sepi.
Purnama bulan Mei, purnama sempurna. tapi aku duduk memandangnya sendirian. Tanpa mereka. Dan aku yakin mereka sedang memandang purnama yang sama.
Satu minggu yang lalu, mati lampu sudah sesorean, hingga malam menjelang tak jua listrik teralir sempurna. Lilin sudah menyala di dalam sana. Aku terduduk diam di antara tembok pagar. Memandang luasnya langit tanpa polusi cahaya. Bintang tak muncul karena bulan masih berdandan menyambut show purnamanya. Dan aku sendirian, tanpa mereka.
Idul Adha mubarok, tapi mati lampu lagi. Lilin tinggal satu-satunya. Tapi kami biarkan meliuk di dalam sana. Kami? Ya, bertiga kembali. Duduk berjejer di antara pintu pagar, bercerita tentang dunia masing-masing. Tentang Ospek jurusan yang lamanya 4 bulan, tentang kelahiran di dalam air, dan tentang pekerjaan baru seorang editor culun. Bahkan tentang film animasi terbaru yang belum sempat kita tonton bersama. Ya, waktu terlalu sempit untuk sekedar nonton bertiga, di kamarku, bermodal laptop, speaker aktif, dan cemilan.
Tiba-tiba bulan pucat menyinari kita. Tepat di atas kita. Kita semakin riuh tertawa dan bercerita. Juga merenungkan kebersamaan singkat ini.
Saat itu, purnama belum muncul sempurna. Seringkali ditingkah oleh sekawanan awan yang menyembunyikan cahayanya. Kami diam. Menyelami pikiran masing-masing. Mungkin berpikir tentang dunia kami yang sama sekali berbeda. Tehnik, kesehatan dan kepenulisan. Namun, tak pernah membuat kami 'berbeda' dalam bercakap. Ya, kami selalu kompak.
Semalam, mati lampu untuk kesekian kalinya di minggu ini. Seharusnya bulan sudah semakin purnama. Namun, awan sepertinya tak rela melepas kehangatan cahaya bulan. Kami duduk, dan berdua saja. Karena si bungsu telah berlalu bersama kereta malamnya. Lama merenung, bulan pun mengintip. Membagi cahayanya kepada kami, mungkin ingin memunculkan rasa yang lusa kemarin sempat ada.
Besok, purnama sempurna. dan kemungkinan, aku akan memandangnya sendiri, menikmati cahayanya sendiri.
Akhir tahun nanti, kami akan duduk di sini lagi. Menatap langit yang sama, namun bulan yang lebih indah dan mati lampu yang menyatukan. coz friendship never ends.
Cahaya bulan menusukku,
dengan ribuan pertanyaan
yang takkan pernah ku tahu
dimana jawaban itu...
bahkan letusan berapi
bangunkanku dari mimpi
sudah waktunya berdiri
mencari jawaban kegelisahan hati.
Snapshot Bedah Film Cinta Suci Zahrana
Perjuangan Tiada Akhir (Resensi Novel Aksi Fantasi Nibiru dan Ksatria Atlantis)
Catatan ga Penting dari Orang ga Penting
Kalo ditanya aku sakit apa, aku bilang cuma batuk pilek. Memang begitulah adanya. Hal ini bermula saat aku demam seharian. Tak ada batuk. Tapi mual yang amat sangat serta sempat muntah. Dengan paksaan ibu, aku ke klinik diantar adik. Dokternya ganteng, dan masih bujang (ehm..). Katanya aku kena radang dan penyakit lamaku yang akhir-akhir ini sering kambuh, magg. Aku ga boleh makan gorengan, mie ayam, bakso, pedes, kecut, santan, es dan entahlah aku tak hafal.
Jumat sudah tak demam. Berarti besok bisa pergi, pikirku (meski dokter bilang istirahat 2-3 hari). Ok, sabtu aku nekat pergi ke Balekambang dan PGSD hari itu. Suaraku hampir hilang. Serak aneh. Malamnya aku harus rewang di rumah tetangga yang mantu. Kehujanan, dan wira-wiri. Alhasil, suaraku tambah seksi. Hingga keesokan hari, suaraku semakin aneh.
Hari Ahad siang, aku pergi tanpa pamit. Karena kedua orang tuaku ga ada di rumah. Menuju Muslim Fair dengan terbatuk-batuk. Kali ini tugasku di meja pendaftaran. Dengan suara aneh ini, aku berusaha melayani pertanyaan peserta. Lalu dengan suara aneh pula, aku membujuk panitia untuk menyerahkan hadiah kepada adik writing classku yang menang lomba baca puisi. Dia harus segera kembali ke asrama. Hamm...suaraku diketawain. Ok, tak apa.
Usai acara, kawan-kawan mengajak makan. O em ji... dengan pantangan itu, Aku tak tau harus makan apa. nasi goreng jelas tidak, mie ayam apalagi. Akhirnya aku putuskan tidak ikut makan dan pulang. Apalagi aku harus nyinom malam ini. Nyinom, ya itu tugas sosial. Sepanjang jalan pulang, rintik hujan setia menemani meski lembut. Sampai rumah, bapak ibuku yang harus jadi among tamu sudah berangkat duluan. Dan aku harus menyusul nyinom. Apalagi tetangga se-RT. Aku berangkat meski terlambat. Alhamdulillah dapat tugas yang dikit meski agak basah kena gerimis.
Akhirnya pertahananku benar-benar terpatahkan. Kepalaku pening dan mataku berkunang-kunang. Aku hampir pingsan tepat di saat acara selesai. Aku segera pulang dan beranjak tidur. Oh, jangan demam lagi. Keesokan harinya, aku lupa kalo obat dari dokter sudah habis. Aku hanya tergolek lemah di kamar. Home alone.
Aku kembali ke dokter sehabis maghrib. Dokternya tampak lebih ganteng sebawah cahaya lilin (saat itu sedang mati lampu). Dokter akhirnya tau kalo 2hari kemarin aku beraktivitas. Makanya suaraku seseksi itu (tak ada suara sama sekali). Baiklah, kali ini aku tak ingin kemana-mana.
Anehnya, setelah 3 hari berselang dan obat sudah habis (lagi), suaraku belum kembali. Aku sempat berpikir, mungkin dokternya naksir aku, sengaja ngasih obat sedikit agar aku balik lagi ke klinik. Transfer conference dunk.hehehe... Langsung pikiran itu aku buang jauh-jauh. Dan benar saja, dokternya malah kaget ketika aku datang untuk ketiga kalinya. Dia menginterogasiku, apa saja makanan yang ku makan, apa kegiatanku. Aduh dok, aku ga makan macem-macem dan ga kemana-mana. Dokternya agak kesal. Pasien bandel nih, begitu mungkin pikirnya.
Aku mulai berpikir, ini bukan masalah radang tenggorokan yang aku derita. Bukan batuk dan pilek yang aku alami. Bukan sakit kepala yang rasanya seperti dihantam truk. Bahkan bukan magg yang membunuh (waktu SMA aku sering pingsan gara-gara itu). Aku menengok ke dalam diri sendiri. Aku kenapa? Tak mungkin obat-obatan itu tak bereaksi.
Aku sendiri yang menyiksa diri. Dengan pikiran-pikiran aneh, kecemasan-kecemasan yang bercokol, ketakutan yang tak ku ketahui sebabnya. Jiwaku sendiri yang tak mengijinkan sembuh. Aku takut dengan langkahku sendiri. Aku cemas dengan kehidupanku sendiri. Dan aku takut melihat hari esok. Aku takut dengan harapan dan mimpi. Karena itu aku tak tau kemana harus melangkah. Tak ada target dan tak ada prioritas. Karena ku pikir semuanya telah gagal. ~kadang aku berpikir, apakah kebahagiaan seseorang diukur dari keberhasilan? sebenarnya Ini tuntutan atau kewajiban?~
Mungkin terlalu berlebihan. Tapi biar saja. Biar aku lega dapat menuangkan ini semua.
Inikah yang dinamakan psikosomatis?
Jadi, apa langkahku? Apa inginku? Dan apa yang terjadi selanjutnya? Inilah yang sedang aku tata, aku pikirkan, dan aku analisis. Sudah cukup keterbengkalaianku. Lelah dengan semua tuntutan itu (bahkan aku tak bisa membedakan mana tuntutan pribadi dan mana tuntutan orang lain). Suaraku masih belum normal, lambungku masih bergejolak, kepalaku masih berat. Berarti aku belum bersahabat dengan diriku sendiri, dengan pikiran yang senantiasa membantuku menelaah hidup.
Kawan, jika kau baca ini, aku minta maaf atas segala kesalahanku, canda yang terlalu berlebihan, amanah yang terabaikan, janji yang terkhianati, dan cinta yang tersakiti. Aku merindukan kalian. Tapi aku butuh waktu untuk kembali menjadi aku yang baru.
Allah menegurku, Allah menghukumku, Allah sayang aku. Dan aku sayang kalian.
kisah konyol... Part 1
25 Februari 2011
Beberapa hari yang lalu, Kiki membujukku untuk ikut membantu dalam sebuah acara Himapsi di Kemuning. acaranya sih 2 hari (tgl 26-27). Sebelumnya, Mea pun sudah woro2, agar ada teman seangkatanku yang ikut.Tapi, aku sangat ragu. Aku ngapain ya?? memang aku sudah lama ga outbond, terakhir bulan November, itupun cuma di Balekambang. Pengen banget ikut, apalagi tempatnya sejuk. hmmm...penjernihan fikir tuk kembali menyaring inspirasi alam. Ganjalan penting, skalaku belum selesai. Ditambah serentetan acara telah tersusun rapi pada 2 hari ini. Sekolah menulis di Tiga Serangkai, FLP kids di MAN 1, pengen liat n bantu adik2ku di pertemuan FLP UNS, dan Pertemuan indah FLP Pelangi yang ga bisa aku tinggalkan begitu saja. hadew...otakku mulai mual-mual. Apalagi ortu yang selalu khawatir, ga akan ngijinin.
namun, bukan diah kalo ga ngeyel. Stres ini butuh hiburan, jiwa ini butuh tantangan lain. Aku memutuskan untuk ikut ke kemuning. kata kiki, aku bantu di Muhasabah dan Outbond. Ok, deh.sepakat berangkat sore abis ashar bareng kawan2.
Jumat, sehari sebelum berangkat, ada sms kalo sekolah menulis ditiadakan, karena Pak BT masih di Jakarta. ok...satu acara sudah lewat. Tapi Sabtu sore, aku masih harus ngisi ekskul di MAN 1, bahkan aku ga siapin materi apapun karena memang silabusnya belum ku terima. Haduh...
coba hubungi kawan FLP, Bening, dia kemarin sempat ngisi science fiction di MAN PK. Hmm...biar digantiin dia aja ah. masalah honor gampanglah nanti. tapi..tapi...tapi...ada tawaran bagus ni. Erny dan adik2 ekskulnya mengadakan sharing kepenulisan sebagai pertemuan terakhir mereka. Yaa..Erny udah selesai tugasnya. Ok, adik2ku di gabung aja deh. ntar aku ikut bantu di awal2 acara sebelum berangkat. sip...rencana bagus.
to be continued...^0^
tetooottt...
hmmm padahal lagi enak-enaknya
ok...sudah waktunya berpindah tempat dan waktu
Happy New Year 2011...
*semoga bukan tahun yang sia-sia lagi*
aku ingin membencimu
aku menghormatimu lebih dari apapun
aku mencintaimu...sangat...
jangan khianati kepercayaan kami!
sudahlah, hentikan semua ini!
tidakkah kau lihat airmata bening dari seorang ibu yang sabar dengan kebohongan ini?
kebohongan yang seringkali terungkap
namun seringkali pula engkau ulangi...
aku ingin membencimu...
my new turtles...
hijau dan menggemaskan...
menyusun kepingan kenangan tentang Miko dan Kimo yang telah hilang
ok, hari-hari baru kalian bersamaku disini
tetaplah hijau...
dan
tetaplah unyu...
horeeyyy..kura-kura baruku...
(mau dikasih nama apa ya? koko dan momo? kuku dan rara? hihihi)
sembunyi untuk hujan...
aku tak tahan untuk merasa sebal
setetes saja, dan aku akan sembunyi
ya, aku tidak suka hujan...
"Tolong beri saya motivasi, gan!" (bacalah, kawan!)
satu kalimat ini aku kirimkan ke beberapa kawan dan kakak tingkat dengan harapan mengisi kekosongan tangki motivasiku. yaa... mereka pasti membantuku. aku yakin itu.
keyakinanku terjawab oleh balasan2 mereka yang sangat hebat, kata2 motivasi yang mengguncang. meski beberapa hanya menanyakan kabar, tapi dengan itu aku tahu mereka masih peduli denganku. meski ada pula yang ternyata sedang butuh motivasi seperti aku, semoga note ini mengisi kekosongan motivasinya. adapula yang sedang berhalangan untuk menjawab sms itu. adapula adek2 tingkat yg baikhati mengirimiku semangat dan motivasi meski aku tak meminta (bahkan mereka juga tak tau aku kenapa).dan adapula yang menambah kehancuran hatiku dengan kalimat-kalimat sindiran (yang sebenarnya bertujuan untuk memotivasi -->salah waktu).
aku mencatat setiap semangat kalian, kawan-kawan. dalam notes harianku, dalam notes fbku, dalam notes hatiku (halah...lebay)
"Tolong beri saya motivasi, gan!" ---> berikut catatan indah dari kawan2 terindah :
* ayo, gan! semangat, gan! kamu pasti bisa! mari qt berjuang demi masa depan yg lebih cerah...chayyyyyyooo!!! kl perlu bantuan, call me!
* ada banyak hal yg ada diluar kita, karenanya mutlaklah bagi kita untuk selalu mengiringi segala usaha dengan doa, doa penuh harap, rasa takut dan optimisme. berdiri dan optimislah!
*motivasi macam mana pula yang kau perlu, gan? mau kau cari darimanapun adanya yang paling penting di dalam dirimu sendiri yang utama. kamu pasti bisa ! believe it!
* telah banyak waktu yg qta habiskan untuk memohon kepada Allah, supaya qtjadi orang yang terbaik, utamanya selalu jadi nomor satu. tela banyak doa yang qta panjatkan kepada Allah agar diberi kemudahan sesuai dengan ekinginan qta. bukankah qt membutuhkan bimbingan dan tuntunannya? jadi berdoalah, "ya Allah, berilah diriku kekuatan untuk menghadapi ini dan yg akan terjadi"
*salah dalam kehidupan itu biasanya akan tampak terhormat daripada benar tapi tak pernah melakukan apa-apa.
*Every NO is a YES for something better.
*Jangan Pasrah meskiun gagal har ini, kamu bukan lagi jatuh tapi karena lagi ditunggu sama kesuksesan esoka hari. ora usah wedi nagdepin resiko, anggep wae resiko. kui kesempatan buat awake dewe buat lebih berani lagi.
*apapun itu pasti daat dilalui karena Allah tau seberapa kemampuan hamba-Nya. jangan pernah putus asa, kita semua selalu ada kalo kamu butuh sesuatu. buktikan kalo kamu bisa! kamu pasti bisa!
* semangat, Di! InsyaAllah kita semua bisa selesai secepatnya. akan selalu ada harapan di setia detik, jangan pernah putus asa. kalo butuh refreshing, ngaskus aja!
*ada waktunya kau bangkit, mbak.bahkan saat kau menemukan kekuatanmu untuk bangkit, itu bisa jadi bukan karena teman2mu, tapi karena dirimu sendiri yang mau bangkit. stay enlight!
*bunuh dirilah, janganlah menyerah pada ketakutan.
*nyemplung ng kali terus bertapalah. sopo ngerti oleh wangsit.
sumpah, aku terharu menerima semua ini. kata-kata yang indah dan menyulut kembali api semangat (meski masih seujung lilin). dan jangan salah dengan dua kalimat terakhir itu. mereka bukan ingin mematikanku dalam putus asa. tetapi mendorongku untuk membunuh diriku yang depresi akut, serta melahirkan diriku yang bersemangat. kill my destructing doubtness!
kawan, sarang trisula itu memberi banyak kenangan bagiku. terutama saat-saat terindah ketika kita saling menopang untuk berjuang, memperjuangkan warna-warna mimpi kita. hanya satu langkah saja, kita bisa terbebas dari sarang ini dan menyandang mahkota SPsi. namun langkah kaki kita sering kali terhalang. entah terjegal, tersandung, terkilir, terdepak, bahkan terkena duri yang membuat kita jatuh dan berhenti sejenak untuk menghela nafas, mencoba menghilangkan rasa sakit ini. tetapi, kita takkan selamanya sakit. sakit itu hilang oleh senyum-senyum kawan seperjuangan yang siap membantumu kapan saja.
kawan, temani aku dalam melangkah, bimbing tanganku agar aku tak jatuh lagi. karena kalian begitu berarti.
Terima kasih. Terima Kasih. terima Kasih.Terima Kasih
selamat bagi kawan-kawan dan kakak-kakak yang sudah lulus, semoga ilmu kalian bermanfaat bagi masyarakat.
selamat bagi kawan-kawan dan kakan-kakak yang sebentar lagi di"dadar", semoga "telur mata sapi" kalian matang dengan sempurna sehingga siap disantap.
selamat bagi kawan-kawan dan kakan-kakak yang masih mengeram telur, semoga pengeraman kalian tak memerlukan waktu lama, sehingga siap untuk menyiapkan menu santap telur dadar.
selamat bagi kawan-kawan dan adik-adik yang belum bertelur, semoga kalian bisa menyiapkan telur yang sangat baik.
*if one day feel like crying, call me. I don't promise taht I will make you laugh but I can Cry wth you.
if one day you want to run away, don't be affraid to call me. I don't promse to ask you to stop. but I can run with you.
but if one day you call me and there s no answer, come fast to see me, perhaps I need you. (copas dari sakti wibowo)
*Ya Robb, mereka adalah embun yang Engkau kirimkan untuk dahagaku, Lindungilah mereka, Kasihilah mereka. karena Engkaulah Penggenggam segalanya*
dan saya telah menemukan senyum itu kembali
menusuk selaput tipis yang kunamakan nurani sensitif
sakit memang
sehari itu aku meraung, mencecar dalam senggukan pasif tanpa daya
kecuali aliran hangat di ujung mata hingga ujung daguku
seolah mengajak sakit tuk terbuang bersamanya
ternyata tak bisa
sebab duri ini bukan yang biasa
terlalu sakit untuk berujar
dan masih ditemani aliran hangat mata
aku bukan pughaba yang perkasa
aku juga tak pandai berkedhalu
aku hanya... rapuh
dan lupa bagaimana untuk tersenyum
menjauh sajalah sejenak, pikirku.
mencari nafas baru yang lebih segar
mencari peradaban lain yang lebih berwarna
dan aku menemukannya hari ini.......
bertemu orang-orang yang menyulam kata dengan ribuan hikmah
mencipta dunia baru dalam bayang imaji yang penuh fantasi
aku mengalir bersama hiruk pikuk mereka bertukar kalimat
menyusun huruf2 bernama motivasi menulis
aku tahu yang aku mau......
aku disini untuk katarsis
dan aku tersenyum
mengikuti senyum2 bahagia penuh qona'ah yang tersirat lembut diwajah orang2 ini
aku tersenyum
mncipta lekukan indah di pusara waktu
dan disini aku kembali menemukan senyumku yang sempat hilang.
*Terima kasih teman2 FLP Solo Raya, Pak Bambang Trim (GM Tiga Serangkai), mas Tasaro (penulis NIBIRU) dan orang2 unyu yang super gokil, kalianlah yang mengembalikan senyumku. =) :-)
Teruntuk Bintangku
Dia, seseorang dengan optimisme tinggi. aku pernah membayangkan dia jadi motivator kondang selayak mario teguh. hehe...suatu kemustahilan. tapi inilah yang membuatku kagum. kagum akan kepribadiannya, kagum akan keteguhan imannya. wow...mungkin inilah gambaran lelaki sempurna.hahaha
aku jatuh cinta padanya?? ummm...mungkin iya mungkin tidak. kenapa? hmmm...pertanyaan bagus. karena dia terlalu sempurna untukku yang biasa.bahkan ketika satu lagu kita nyanyikan bersama di suatu tempat indah aku tak merasa dia milikku. karena dia hanyalah kakakku, seorang malaikat berwujud manusia.
selanjutnya, aku punya kakak2 lain selain dia. dan mereka ku sebut bintang2ku. mereka berkelip-kelip, menyinari hari-hariku dengan penuh cinta. membawaku pada aktualisasi diri yang sempurna. aku bangga punya mereka.mereka yang mengajariku beramal dengan cara yang berbeda. mereka mengajariku persahabatan yang menuju surga. mereka menjadikanku adik kecil manis yang butuh perhatian dan bimbingan.mereka kakak-kakak terhebat yang belum pernah aku punya sebelumnya.
tapi, tak lama aku belajar dengan mereka, satu persatu bintang-bintang itu pergi menuju kehidupan baru masing-masing. mereka meninggalkan aku sendiri disini :'-(
setidaknya, aku mengingat jasa-jasa mereka dalam merubah hidupku. dari aku yang diam menjadi aku yang aktif. aku yang biasa menjadi aku yang luar biasa. aku yang terbuang menjadi aku yang dinanti.
seandainya mereka masih disampingku, aku ingin memeluk mereka dan meminta maaf. karena aku yang dulu tlah mereka rubah, kini luntur kembali menjadi aku yang tak berguna. aku merasa binasa tanpa mereka. wlaupun seharusnya, saat ini, aku harus menjadi bintang bagi orang lain (seperti mereka dulu).
aku tak sanggup, karena aku tak secerah mereka. aku pucat dalam keterpurukan....
aku butuh kalian saat ini,
menggandeng lengan lemahku,
mendorong tubuh ringkihku,
mengusap peluh dan airmataku,
menyanyikan lagu itu,
ingatkah kalian pada adik kecilmu ini?
...disini kita pernah bertemu, mencari warna seindah pelangi
ketika kau menghulurkan tanganmu, membawaku kedaerah yang baru...
~teruntuk kakak2ku tersayang : mas din, mas bah, mas sigit, mbak roh, mbak eni, mbak alvi, mas umar, mbak ika~
kamis, 28 Okt 2010...aku suka hari ini
kamis, 28 okt 2010.
semangat sumpah pemuda menggelorakan semangatku untuk bangkit, tegar dan bertahan. aku suka hari ini.
sebenarnya hanya satu yang aku tuju, skripsiku yang sekian lama melumut
berbagai rute aku tempuh tuk menyelesaikannya, dan... aku putus asa :(
tapi Allah sangat menyayangiku, dan aku yakin itu
Dia memberiku orang-orang yang memebantuku menyulam pelangi
orang-orang hebat yang dulu aku tak pernah berpikir untuk sebegitu dekat dengan mereka
dan aku bersyukur...
terutama hari ini,
semakin menguatkan tekatku untuk bertahan pada penelitian ini
yeahh...cerita-cerita yang meluncur dari bibir beliau sangat hebat
memompa semangat untuk terus berjuang, meski kata orang sangat sulit ku daki
"apapun yang terjadi, teruslah bergerak, maju terus. karena itulah perjuanganmu"
aku suka hari ini, (yang sempat aku kira akan jadi yang membosankan)
hmmm...speechless...
entah aku harus menulis apa untuk mengungkapkannya
yang pasti, semangatku berkobar
untuk menyelesaikan skripsi sesegera mungkin.
semoga targetku tercapai. amin.
semangat sumpah pemuda yang membangkitkanku dari keterpurukan yang panjang. thanx 4 everyone...
~cmut~
* teruntuk saksi pengucapan targetku, aku berjanji akan menepatinya
* teruntuk sahabatku, dinda, terima kasih sudah bersedia ku repoti
aku tau aku sangat mengganggumu, jadi maafkan aku.
* special thanx for beliau, yang tak hanya sekedar memberiku masukan tentang bahan skripsiku, tapi juga memotivasiku. aku sangat terkesan :)
menyesal (jangan)
tapi tak boleh
karena bakal mematikan apiku
"ini yg ku pilih, ini yg kujalani dan akan kuperjuangkan.
meskipun aku akan hancur karenanya,tapi ini luar biasa karena aku memperjuangkannya
dan Allah bersamaku"
tapi aku tak pernah menyesal mengenal kalian
kalian, adalah penyemangatku...
terima kasih
*cmut*
teruntuk sahabatku yang telah mengirimiku pesan hebat pagi ini...
sadarkan aku selalu, kawan.
aku lalai...
hmmm...entah kenapa di setiap hari akhir ramadhan, aku menyesal. melalaikan...ya...melalaikan waktu dan kesempatan yang 4WI berikan kepadaku.
untuk duniaku bahkan juga untuk akhiratku...
Cerita ga jelas...
beberapa hari yang lalu, aku merasa sangat ga jelas (geje abis). dari bangun tidur hingga tidur lagi, aku merasa sia-sia banget hidup di hari itu (weits...kufur nikmat nih. Ampun ya Alloh). udah aku niatin dari hari sebelumnya untuk melakukan sesuatu hal yang sangat telat aku lakukan. yaitu mengembalikan barang-barang yang aku pinjam minggu lalu. dari hari sebelumnya pun aku sudah mewanti-wanti adekku agar dia ga pake motorku ke sekolah. so, adek yang penurut itupun pake motor yang lain. (hahaha...kakak yang berkuasa!)
setelah update status n chattingan bentar, aku pun berangkat dengan pede menuju suatu tempat yang sebenarnya sedikit malas aku datangi. Sarang Trisulaku.(woww...jangan malas dund, emgnye ga mau lulus?). tanpa jaket, bensin cukup, jalan ga rame, aku ngebut pelan (ngebut mana ada yg pelan?...). sampailah dengan selamat. menyapa orang-orang hebat yang sederhana di halaman sarang (aku sayang mereka...).
memasuki sarang dengan cepat untuk segera mengembalikan salah satu barang yang ada di tasku. menyapa sebagian penghuni koridor. eits...ketemu juga dengan salah satu penghuni yang emmm yahhh cukup lama tak ku temui. biasa aja...
lanjut ke ruangan surga. kenapa akuu mnyebutnya begitu? karena disanalah mataku terbuka lebar menatap lembar2 dunia. menulis, memilih, menulis lagi, ngobrol, minta maaf, emmm..kalo ini cukup jelas. tapi perasaanku agak ga jelas (memang beberapa hari ini sering acakadut). sepertinya akan ada sesuatu. ahh...biarin aja.
eh ada sms, dari temen yang aku janjikan ketemu untuk balikin barangnya. ok, tunggu bentar. aku masih ada yang musti di'balikin' disini.
nah lo, keluar dari ruangan surga, aku bertemu dengan orang yg emm yahhh lama ga ketemu (pengen juga ketemu dia buat "balikin" sesuatu). ok, ngobrollah kita. agak lama, hingga satu tonjokan penuh langsung menusuk perasaan yang emang sejak tadi semruwet. OMG...ngapain sih dia ngomong gitu. dan bukan cuma satu orang.(kalo yang satunya emang aku dah ga minat ceritain karna terlalu merubah suasana).
satu hal yang aku sesalkan dari omongannya. bahwa aku sudah mengubur dalam2 cerita lalu yang sempat bikin aku putus asa, dan dia dengan santainya menonjok denngan kata-kata 'manis' tapi bergerigi. entah disengaja ato tidak, aku tak tau. yanng jelas, seakan perasaanku tak dihargai.
hal itu (sudah aku kubur sebagai pengalaman pahit), menurutku sudah selesai dan aku sudah "mengembalikan" seperti dulu(wlo agak berbeda). dan dia hanya tau sepihak, pantaskah untuk menyindir seperti itu? hufffttt...atmosfer yang benar2 berubah.benar sekali...global warming seakan telah berimbas pada aroma disini. mengubah aku dan manusia2 disini menjadi berbeda (eh..mungkin aku aja yang berbeda karena ga tau harus gimana kecuali diam dan menghirup aroma ini). aku sudah lelah menangis,aku butuh oksigen!!!
akhirnya kutinggalkan mereka. ngebut di tengah kota (hmmm...asyik jg), menuju temanku yang menunggu disana. sambil parkir motor, aku masih merasa janggal. aku memeriksa tasku. hmmm...pantes. barang yang akan kukembalikan ternyata di tas satunya! dan semakin menambah ketidakjelasanku. akupun meminta maaf padanya. dia cuma senyum. sory teman, aku yang pikun.
di tempat ini, biasanya aku nyaman. tapi kali ini tidak. mungkin karena 'ketidakjelasanku' ini. aku pamit pulang, setelah 15menit tanpa sedikitpun aku merasa nyaman (teruntuk adindaku, bukan salahmu atas ketidaknyamananku).
pulang? ah..malah semakin kepikiran mslh itu. ke kos teman? pasti dia tanya, knpa mukaku kruwel-kruwel gitu. ahh...menikmati kesendirian seperti dulu pas semester awal. jalan-jalan ga jelas. yupz...penghilang stress paling ampuh versi diah. keliling kota panas-panas (kebetulan lg dapet dispensasi dari Tuhan jadi ga perlu mampir2..hehe). masuk ke suatu tempat sejuk, cuci mata, cuci pikiran, cuci dompet pula, sendiri pula. ckckckck.. lanjut keliling lagi menyusuri jalan-jalan macet ga jelas. baru inget, satu hal yang juga beum ku 'kembalikan'. aku berputar, masuk ke suatu tempat dan ku 'kembalikan' beberapa benda yang jadi titipan adikku. hmmm...sudah selesai.pulang...
di jalan pulang, kembali ketidakjelasan hatiku muncul. aku harus bagaimana lagi sih?
sampai dirumah, pengen nangis. akhirnya nangis di kamar mandi. sms-sms ga jelas juga datang, sekedar tanya kabar ato nanya tugas sosial yang belum ku tunaikan. aeesss....mbuh.
aku ingin tidur, dan berharap besok ketidak jelasan ini berakhir. pesbuk pun memberi cerita ga jelas tentang 'mereka' yang menyebut dirinya "teman" dan ternyata berhasil "membunuhku". inikah balasanmu teman atas satu kesalahanku dan aku sudah memperbaikinya????padahal orang yang bermasalah denganku pun sudah biasa aja. tapi kenapa dia begitu? dan atmosfernya malah berbalik menggunduli aku? sebegitu hinanya aku dengan satu kesalahan saja?tidakkah seorang manusia selalu punya salah dan kesempatan untuk memperbaikinya?
pliss deh..enough 4 this.
tidur sepertinya lebih nyaman, apalagi jika ga bangun lagi...
Sekedar Kekesalan
hufft...aku tak bisa terus seperti ini. menyalahkan keadaan, menyalahkan waktu, menyalahkan aku... dan masa lalu.
comfort zone atau mencari pelarian, itukah kesejukan yang aku dapat? malah semakin memperkeruh keadaan. Salah lagi...salah lagi... Lalu mengapa kau tak melangkah? takut? apa yang kau takutkan? terperosok dalam lubang kegagalan lagi? bukankah masa lalu cukup menjadi pelajaran agar bisa tepat waktu melompat sehingga tak jatuh lagi.
tapi...diah emang payah. TRAUMAtis...sensitif...dan pesimistis...
bahkan aku menciptakan lubangku sendiri, tempat aku menjebak diri sendiri. terperosok, sekarat dan mati.
hmmmm...inikah hidup?
ayolah...saatnya kau bergerak!
mana motivasi dan semangat yang sempat kau tumbuhkan pada orang lain, sedang kebun jiwamu sendiri gersang??? munafik!
hfffttt...tarikan nafas dan dengusan kesal..
lagi dan lagi...
kelabilan ini tak boleh berlanjut, berkembangbiak dan menanam bom waktu.
lihat, adik2 yang dulu kusirami dengan senyum dan semangat! mereka menungguku di serambi sejuk penambat qolbu.
lihat, keriput mawut dua pahlawanku yang semakin disiksa zaman! mereka berharap padaku...
lihat, sahabat2 yang dulu menggandeng tanganku, berjalan bersama. kini tlah jauh meninggalkanku yang terlalu lambat melangkah.
bangkitlah dari keraguan dan kelenaan yang kau tanam sendiri!
semua itu hanya akan membuat lubang semakin dalam yang kelak bisa menguburmu hingga lebur. mengapa tak mencoba menutup lobang itu dengan tanah ketekunan? agaknya itu akan membantumumu tuk terus melangkah.
~ada satu cahaya didepan sana. semua akan berakhir ketika aku mendapat cahaya itu.
ya Robb...mudahkanlah jalanku...amin..~
SEMANGAT!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
R@C@p (hmm…dibalik ding!)
Aneh ya…setiap aku ketemu teman lama, selalu itu-itu aja yang ditanyain. Terlalu bosan aku mendengar apalagi menjawab. "pacarnya siapa sekarang?"….helllloooo…!! segitu pentingkah pertanyaan itu, hingga tak lebih penting dari sekedar bertanya kabar??? Uuugh…
Dan lagi setiap aku (kalo ga males) jawab dengan PeDe,"Ya ga da lah!",
kalimat yang sering muncul sebagai pengisi suatu bentuk feedback adalah "bo'ong banget sih, hari gini ga punya pacar???ga laku yaa?"
hahahahahaha
so, what's wrong?
Sebenarnya masih sangat diragukan arti kata "laku". Kalo pedagang kain bilang laku itu kalo kain dagangannya dah terjual laris. Apakah diri ini disamakan dengan barang dagangan? Berarti bisa kulakan dumz! Hehehehe…
Kalo aku sih ga mau disamain dengan kain, sayur atau barang dagangan apapun apalagi ikan asin. Satu diriku ini untuk satu orang, pasangan jiwa. N emang belum siap juga buat ketemu pasangan jiwa. Aku masih 21 tahun buwww!!masih bebas buat wujudkan mimpi-mimpi unik bin ajaibku…hehehe
Aku pikir ini masalah prinsip. Asal ikut-ikutankah atau ketegasan menentukan jalan hidup. Yupz…ikut-ikutan "mode" pacaran yang sekarang udah jadi lifestyle bahkan menjadi kebiasaan yang memasyarakat. Ketegasan itu adalah prinsip pribadi yang terpatri untuk menentukan siapa diri kita, bagaimana mendesain dan memelihara diri. Ketegasan untuk berkata tidak pada sesuatu yang tak sesuai dengan prinsip diri.
Hmmm…aku tau semua orang butuh cinta, dicintai dan mencintai. Hidupku udah banyak cinta og…meski tak datang dari seseorang yang khusus yang sering disebut pacar. Bukan tak laku ato pemilih, sekali lagi ini masalah prinsip. Hanya memelihara diri. Hanya satu cinta yang berhak memiliki. Liat aja gaya pacaran saat ini. Gonta-ganti pacar, selingkuh, tak jarang lho sex extra marital. Yahh…emang ga semuanya gitu. Tapi cari amannya ajalah diriku!
Kembali ke kata 'laku' disini. Apakah gara-gara banyak yang nembak, banyak ganti pacar ato punya banyak pacar dikatakan laku? Kalo ganti-ganti pacar berarti apa dong? Pernah pacaran sama si A, trus si B, ada tuh sampai si Z. waduh banyak yang udah ngerasain cinta kita. Padahal cinta sejati kan Cuma satu, kalo dari awala udah ganti-ganti berarti udah g murni alias terkontaminasi ataupun (maaf) bahkan bekas orang. Hehehe. Yahhh aku ga mau jadi bekasnya orang.
Kata orang, pacar bikin hidup lebih hidup (bukan iklan nih!). ummm…bagus juga selama yang dilakukan positif. Tapi kata ortuku (orang tercinta dan termulia di dunia), pacar bikin kacau langkah-langkah meraih mimpi-mimpiku. Sapa yang bener nih?hehe
Pacaran = jalan bareng, makan , smsan, telepon2an, kangen2an,bicarain orang dunia yang ngontrak (karena dunia milik berdua)
Hmmm…. Kayaknya itu bakal ngabisin waktuku. Waktu yang bisa q pake buat bikin madding TPA, nulis puisi/ novel,ngajar TPA, mprivat anak SD, ikutan les, ikutan organisasi, bikin skripsi,ngetik tugas, nulis blog, jahilin orang (whatz?), ngobrol n bercanda sama ortu, nglukis wayang sama bokap, main sama kucing, ngrawat gelombang cinta bokap, beajar masak sama nyokap, main sama ponakan, bikin kue, etc,dll,dsb……
Single happy-nya Oppie bikin aku semangat. Bahwa prinsipku kadang tak di pahami orang lain. Tapi yang penting aku bahagia jalani semua.
Masih ada karya-karya yang bisa aku ukir
Masih ada kata-kata yang bisa ku puisikan
Masih ada amal yang bisa ku gapai
Masih ada mimpi yang harus ku petik
Masih ada pangeran yang pasti diciptakan Allah SWT untukku
Kalopun di dunia belum ketemu, insya Allah di akhirat dijanjikan yang better than the best man in the world
^_^





