Kembar yang Sama Sekali tak Kembar

"Hei, bukankah itu sepatu punyaku?"

"Enak saja kau bilang, kita kan punya masing2. memang sih sama saja, seperti yang selalu orang2 berikan untuk kedua anak kembarnya. Tapi ciumlah baunya, tak sebau kakimu!"

"Hoh? apa kau pernah membaui kakiku, wahai saudara kembarku yang sama sekali tak kembar?"

"Buat apa membaui kakimu? dari kejauhan pun sudah pasti itu baumu. eh, apa tadi kau bilang? saudara kembar yang sama sekali tak kembar? hmmm... kata2 yang bagus. karena aku tak mau sama denganmu!"

"Oya...kau pikir aku mau sama denganmu, berjalan denganmu sepanjang hari, setiap waktu, berpakaian sama, bergerak sama. aku bosan. Aku juga ingin bebas menjadi diriku sendiri, dan tak selalu bersamamu seperti ini."

"Hah...sebenarnya kita sudah jadi diri sendiri. kau dengan watak dan duniamu, aku dengan karakter dan duniaku sendiri. hanya saja kita terperangkap dalam satu, fisik yang sama. dan kita sudah menyadari ini sejak lama, dan kau pun telah menerima keadaan ini. Ingatkan janji kita? lalu, haruskah kita memperdebatkan lagi?"

"Hffftttt...(menghela nafas panjang). Aku tahu, aku telah berjanji. hanya saja, aku ingin sendiri, tapi tentu saja kau tahu, aku tak bisa membunuhmu. meskipun, sebenarnya kau seringkali bangun disaat aku tidur, terjaga dan bergerak, entahlah apa yang kau kerjakan, karena aku tak pernah sadar. baiklah..."

"Baiklah? apa?"

"Entahlah...hanya...aku berpikir untuk menghilangkanmu dari hidupku,"

"Apa? apa yang akan kau lakukan? hahahahaha...kau takkan pernah bisa, kembarku sayang. aku adalah kamu. kau akan mati jika kau membunuhku."

"Hmmmm...("bener juga", bicara dalam hati). baiklah, aku menyerah. aku mau tidur, leleh aku denganmu. terserah apapun yang terjadi nanti."


*Readers, dapatkah kalian menebak apa yang sebenarnya terjadi diantara kedua orang tersebut?

Tidak ada komentar: