Aku dan Sepi takkan Sembunyi

selayaknya sang mentari tersambut malam
diam, tenang dan tenggelam
saat untuk berpisah dengan alam
menutup hari menyepuh kelam

seperti itukah aku?
harus sembunyi di balik ketiak waktu
ketika lembayung tlah turun melaju
dan telah tiba saatnya aku terpaku?

sungguh tak dapat dirasa sempurna
koyakan hati berlanjut problema yang merana
senyum sinisku bukan menyimpan kekalahan
tetapi kemenangan yang siap dilahirkan

hanya saja, akku tak kuasa
lelah menahan rasa
menyimpan kenangan yang tersisa
ah, setidaknya aku tak kan tersiksa
karna senyumku cukup tuk menutup laksa

yaa...aku akan terus bernyanyi
lewat cinta yang tersabut pergi
melagukan sepi yang sendiri
tapi bahagia tlah menanti

aku dan sepi
takkan sembunyi...

Tidak ada komentar: