Kecrohan Masa Kecil

Masa kecil tak bisa dikembalikan secara nyata. Hanya melalui kenangan yang kita simpan di lubuk memori. Begitulah. Dan ketika bercengkerama dengan seorang teman kecil (yang kini sudah beranjak tua), kita sama-sama tertawa, menertawai kekonyolan masa kecil kita.

Suatu waktu 'kecroh-kecrohan' menjadi hal yang lumrah dalam pergaulan. Bahkan sampai sekarang. Agaknya hal itu menjadi bumbu di saat reunian atau sekedar menambah basa-basi tanya kabar. Namun, mengingat masa lalu, ada dua orang teman kita satu cewek dan satu cowok yang selalu menjadi korban kebiadaban kecrohan kita, sebut saja A dan B.
 "Ih, kamu pacare si A ya? ciiee.." kata temanku. Maka balasku pun, "Kowe kui pacare si B". dan tak jarang jika kita bereaksi jijik dengan nama itu.

Tak hanya aku dan temanku itu yang menggunakan si A dan si B menjadi bahan ejekan. Perlu diketahui, si A dan si B (mungkin) agak kurang pergaulan, agak dekil dan berbagai kekurangan fisik lainnya. Itulah mengapa mereka menjadi bahan ejekan kita, hampir semua orang di kelas.

Sampai saat ini, kadang si A dan si B masih muncul dalam obyek obrolan kami. Entah karena sekedar nostalgia atau memang mereka sudah menjadi icon kecrohan kami. 
Walaupun aku selalu tertawa dan bersalto koprol  dan senyum ga jelas, aku prihatin. Bagaimana perasaaan si A dan si B kalau mengetahui hal itu? bagaimana jika akulah si A atau B yang seringkali menjadi bahan ejekan karena anugrah ketidakcantikan atau ketidakgantengan?

Ketika aku berchat ria dengan seorang teman kecil (yang sekarang beranjak tua itu), kita sama-sama tertawa, menertawakan kebodohan masing-masing karena masih menggunakan nama itu untuk ejekan. Tetapi kami sama-sama berdoa, semoga si A dan si B mendapatkan pahala dari banyaknya orang yang menggunakan namanya sebagai ejekan ga bermutu. 

Untungnya, kecroh-kecrohan itu tak berlanjut. Kami insaf. dan tetap menjadi kenangan yang indah. 

Si A dan si B, maafkan kami ya :)

6 komentar:

Jais mengatakan...

masa kecil itu sealu menarik ya
:D

diahcmut mengatakan...

yap...semenarik apapun masa remaja, takkan bisa mengembalikan tawa lepas masa kecil :)

Jais mengatakan...

kalo aku mah masi bisa
:D,dunia imajinasi itu menyenangkan ya

tantangannya harus di wujudkan
>,</ wake up

diahcmut mengatakan...

kan lewat imajinasi, bukan secara fisik dapat dikembalikan.
tantangan sesungguhnya adalah meyakinkan khalayak ramai bahwa sifat kekanak-kanakan itu bukan keanehan atau keabsurban. hehe
*kayaknya jawaban gue ga nyambung deh >_<

Anonim mengatakan...

Lah?si A si B wi sopo?mbok wes dkasih inisiale biar q tau?haha..

Bangun

diahcmut mengatakan...

B = bangun
eh?
mosok kowe ra ngerti? atau pura-pura ga tau? :D